YOUR SMILE




 
        Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya yang begitu terang dan menyilaukan mata. Kehangatan diantara dinginnya di pagi hari. Pukul 06.10 ku pacu motor ini dengan hati-hati menuju sekolah. Seperti biasa selalu saja aku yang menjadi orang pertama yang datang ke parkiran motor sekolah, kata teman-temanku aku berangkat sekolah terlalu pagi, alasan aku datang pagi-pagi karena jam masuk sekolahku pukul 07.00.

            Apel pagi sudah menjadi rutinitas sekolahku setiap hari, tapi hari ini aku merasakan hal yang berbeda dengan hari-hariku sebelumnya. Kulihat seorang gadis dari kelasku tersenyum dan menyapaku “Selamat Pagiii Yuki” kutatap matanya dan kulihat senyumnya yang begitu indah dan langsung ku jawab “Selamat Pagi juga Sakura”. Dikelasku terdapat 6 siswa perempuan, dan diantaranya adalah Sakura.

            Sakura adalah seorang gadis humoris yang sangat disenangi oleh temn-temanku di sekolah. Dia senang bercanda dengan teman-temannya, aku sangat senang melihatnya apalagi kalau dia sedang tersenyum membuat hatiku terasa nyaman. Biasanya aku cuek-cuek saja kalau dengan seorang perempuan, berbeda dengan yang satu ini didalam hatiku berharap menjadi pacarnya. Sepertinya harapan untuk menjadi pacarnya bakal tertunda, karena dia sudah punya pacar. Bukan hal yang aneh kalau dia sudah punya pacar, pasti cewek cantik seperti dia banyak yang menyukainya. Faktanya diantara teman-temanku sudah ada yang pernah menembaknya dan hasilnya temanku ini di tolak, temanku sendiri yang mencerikatannya kepadaku. Setelah tau bahwa dia sudah punya pacar, aku tidak mau terlalu berharap.

            Keesokan harinya dibawah matahari yang bersinar sangat terang ku putuskan untuk memendam perasaan ini, entah sampai kapan aku harus memendam perasaan ini. Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan, ngobrol pun cuma sekedar menyapa atau kalau ada perlu saja. Jujur saja aku ini orang yang sangat pemalu dan susah untuk bersosialisasi. Setelah beberapa bulan, perasaan ini mulai terlupakan tidak sepenuhnya terlupakan hanya saja akhir-akhir ini aku sedang fokus untuk belajar.

            “Ki, nonton film yuk?.” ajak temanku yang bernama Alex. “Hmmm mau nonton film apa?.” “Gimana kalau nonton film horror, kayaknya seru tuh.” “Wah boleh juga tuh, udah lama tidak nonton di Bioskop.” Disaat asiknya aku ngobrol bersama sahabatku, disitu ada Sakura dan dia mendengar percakapan kita. “Ajak Sakura juga dong Yuki? Tapi, sakura lagi gak ada uang.” Entah mimpi apa aku semalam, tiba-tiba tanpa pikir panjang aku langsung mengajaknya. “Yuk, tapi nonton film horror, nanti Yuki traktir deh.” “Beneran nih, asiik makasih Yuki, Yuki baik deh.” ucap Sakura dengan menunjukkan senyumannya yang membuat hatiku senang.

            Kesempatan tidak datang dua kali, itulah yang sering dikatakan orang-orang. Aku pun tidak mau menyianyiakan kesempatan ini, ini pertama kalinya aku mengajak cewek nonton ke bioskop. “Yakin ki, ngajak Sakura? Kita kan cuma bertiga sama Kenta, kalau ngajak Sakura berarti dia cewek sendiri dong.” Tanya Alex.” “Yakinlah, udah tenang aja ada saya ini.” Ku samperin Sakura untuk ngasih tau kapan nontonnya. “Ahhh, ketemu juga, Sakuraaa!.” Teriakku. “Oh Yuki, ada apa.?” “Aku mau ngasih tau kalau nontonya besok jam 2, nanti aku jemput.” “Oh yaudah, makasih udah ngasih tau.”

            Akhirnya hari yan kutungu-tunggu akhirnya tiba. Sayangnya aku tidak jadi menjemput Sakura karena rumah dia sama aku jauh, jadi biar Alex yang menjemputnya karena si Alex rumahnya dekat dengan Sakura. Aku langsung ke rumahnya Kenta sambil menunggu Alex dan Sakura datang. Sebelumnya aku dan Alex sudah sepakat kalau sudah sampai di rumah Kenta biar Sakura dibonceng olehku dan dia mengiyakan. Dibawah teriknya matahari kutunggu Sakura beriringan dengan detak jatungku yang tak karuan, dan akhirnya Sakura dan Alex datang. Pandanganku tak bisa lepas saat melihat Sakura yang begitu cantik, bagaikan Bunga Sakura yang bermekaran. Tak lama kemudian kami pun berangkat, anehnya Alex tidak menyuruh Sakura ikut bersamaku, atau mungkin si Alex lupa. Dan dengan bodohnya bukan aku yang berbicara langsung dengan Sakura, kalau aku ingin dia naik motor bersamaku.

            Di sepanjang perjalanan hal itu masih terus menggangguku. Sedikit kecewa sih, tapi tidak apa lah, yang penting nanti saat nonton aku ingin duduk disebelahnya. Karena waktu yang begitu mepet dengan jadwal tanyang filmnya, kami pun langsung bergegas masuk kedalam studio film. Ku pilih duduk samping Sakura. “Aku duduk disampingmu ya Sakura?.” “Oh iya tidak apa-apa. Saat film diputar, sesekali ku ajak Sakura ngobrol karena sebenarnya aku sedikit takut nonton film horror. 1 jam pun berlalu dengan cepat, kami pun foto bersama sebagai kenang-kenangan, sepanjang perjalanan pulang aku sangat senang karena sudah mengajak Sakura nonton film.

            Menurutku ini adalah hari terbaikku, akhirnya kuceritakan kepada Alex kalu aku suka sama Sakura. Alex pun terkejut, dia juga berkata bahwa “Tumben-tumbennya Yuki mengajak cewek nonton film.” “Dia kan udah punya pacar ki?.” Tanya Alex kepadaku. “Aku sudah tau itu, tapi kan mencintai tidak harus memilikinya pada saat itu juga, ya kalau jodoh kan Alhamdulillah.” Ya meskipun Sakura belum mengetahui perasaanku kepadanya bagaimana, pasti suatu hari nanti dia bakal tau. I believe, the moment it will happen one day.
~ fin ~

Komentar